LAYANAN SAMSAT KOTA BOGOR

Hari Kamis lalu, aku mengantar kawan ke kantor Samsat Kota Bogor, yang terletak di jalan Ir. H. Juanda (dekat dengan Kantor Kejaksaan). Keperluannya, membayar pajak motor. Kawan tadi membeli motor seken di sebuah dealer di Cisaat, Sukabumi dua tahun yang lewat.
Waktu menunjukkan pukul 08.30, kami bergegas ke loket pendaftaran. Antrian yang menunggu panggilan sudah cukup banyak. Tiba giliran kami, saya sampaikan ke petugas loket. Keperluannya adalah membayar pajak, sebagai syarat SNTK, salah satunya KTP pemilik pertama. Namun karena KTP pemilik pertama tidak ada, di sarankan balik nama atas nama kawan tadi. Petugas menunujukkan loket yang harus di tuju.
Di loket balik nama/ mutasi, kami dapatkan syarat-syarat yang harus di lengkapi:
1. Photo copy identitas yang masih berlaku pemilik saat ini 3 lembar
2. Photo copy BPKB kendaraan 3 lembar
3. Photo Copy STNK 3 lembar
4. Kwitansi asli pembelian di kendaraan, tertempel materai 6 ribu rupiah.
5. Bukti cek fisik kendaraan dan nomor mesin yang telah di gosok oleh petugas samsat.
Layanan photo copy tak jauh dari tempat cek fisik kendaraan. “Bang, photo copy untuk mutasi ya!” pintaku. “Ya …” Jawabnya singkat. Rupanya si abang tukang photo copy sudah paham betul, jika untuk mengurus mutasi, dokumen apa saja dan berapa banyak. Photo copy persyaratan, sebuah map + selembar kwitansi kosong yang di tempel materai seharga 14 ribu. Biaya photo copy per lembar 500,-. Bandingkan jika anda photo copy di luar, paling mahal 100,- per lembar. Aku sedikit merenung, kenapa mahal? Ooooo … mungkin karena di jaga banyak polisi. Hahh …!

Semua persyaratan telah kami lengkapi, petugas cek fisik menunjukkan loket selanjutnya. Yaitu loket pengarsipan identitas kendaraan. Kami menunggu sekitar 10 menit, petugas berpakaian dinas kepolisian melayani kami. Orangnya sudah berumur, sebentar lagi mungkin pensiun.  “Apa keperluannya ini?” begitu pertanyaan petugas. “Mutasi kendaraan pak, ke kabupaten sukabumi” jawabku. Petugas tadi mencari dan mengambil arsip yang di maksud. ruang penyimpanan arsip mirip ruang perpustakaan. Puluhan rak berjajar rapi. Wuihhh … berapa banyak arsip yang tersimpan di ruangan ini?  Pasti ribuan bahkan jutaan, pikirku.  Tak lebih dari 5 menit petugas kembali ke meja. Ternyata untuk mencari sebuah arsip cepat juga ya?  Petugas mencatat arsip kendaraan yang di keluarkan. Petugas pengarsipan minta bayaran 10 ribu, kami bayar, namun kami tak menerima kwitansi sebagai bukti pembayaran.

Kemudian kami menunggu panggilan dari petugas cek fisik. Agak lama memang. Karena petugas cek fisik motor 1 orang. Sementara yang di cek hari itu puluhan bahkan ratusan jumlahnya. Sekitar 30 menit kami menunggu, akhirnya tiba giliran kami di panggil. “Biaya cek fisik 20 ribu, ongkosnya terserah”
. Lagi-lagi kami bayar, dan lagi-lagi kami tak menerima bukti pembayaran. “Wahh … celah masih lebar neh!” pikirku.

Kemudian kami di tunjukkan ke tenda loket tempat memverifikasi data arsip kepolisian dengan data cek fisik. Petugasnya masih muda, sekitar 25-30 tahun. Berbadan tegap dan sigap. Tak lama, kurang dari lima menit pekerjaan memverifikasi data selesai. Di tempat ini petugas tidak mengutip biaya. Alias cuma-cuma. Lha iya lah … kan sudah menjadi bagian dari pekerjaan dan tanggungjawab. Bukankah sudah di gaji oleh negara?

Bergegaslah kami ke loket mutasi, seorang petugas polisi yang masih muda melayani kami. Semua berkas kami serahkan. Suasana di dalam ruangan mutasi ada 5 orang petugas, semua sibuk. Kami di persalahkan duduk untuk menunggu panggilan. Setelah petugas di ruang mutasi memeriksa berkas, kami di panggil. Petugas memberikan surat jalan sebagai pengganti STNK kendaraan. Biaya yang harus kami keluarkan 300 ribu. Iseng-iseng saya bertanya ke petugas tadi. “Biaya resmi mutasi berapa pak?”. “250 ribu, kan ada berkas yang belum di isi lengkap, yaitu kwitansi pembelian. Jadi maklumlah, ongkos kerja 50 ribu!” kata petugas.
“Tiga minggu dari sekarang datang lagi ya!” begitu pesan petugas. “Ini nomor kontak saya” tambahnya. Petugas itu menuliskan di lembar surat jalan lengkap dengan cap dan nama petugas yang melayani. Lagi-lagi, di sini kami tidak menerima bukti pembayaran. Saat kawan mennyerahkan uang, petugas menyuruhnya untuk memasukkan dalam map yang telah berisi berkas-berkas. Sekitar jam 09.15 urusan hari ini ‘selesai’, namun 3 minggu lagi kami harus kembali …

Kesanku :
1. Secara umum pelayanan makin rapi dan baik, tidak seperti 1 tahun yang lalu yang masih terkesan semrawut.
2. “Pungli’ masih tetap terjadi, di loket tertentu.
3. Pelayanan sudah cepat
4. Ada petugas yang masih sok kuasa, tidak menggunakan tata komunikasi yang kurang baik. Misalnya “mau ngapain!” dengan intonasi tinggi. Akan lebih baik bila “selamat pagi pak, apa yang bisa kami bantu!”

Harapanku:
1. Perbaiki pelayanan.
2. Perbaiki pelayanan.
3. Perbaiki pelayanan.

Karena sebagai sebuah kantor pelayanan untuk masyarakat, mutlak terus perbaiki pelayanan, hapuskan ‘pungli’ bila masih ada biaya-biaya siluman, pasti masyarakat akan terus bernada sumbang.

Bagaimana menurut anda?

About these ads

29 responses to this post.

  1. idelanya sih semakin hari semakin baik, bukannya semakin banyak pungli dan segala macamnya.
    Salam.

    Balas

  2. betul bung aldy … semakin hari harus semakin baik …
    terima kasih atas kunjungan balasannya.

    Balas

  3. pikir positifnya aja, mungkin masih dalam tahap pembenahan sistemnya.
    Salam kenal kembali.
    Terima kasih atas kunjungannya.

    Balas

  4. semoga … terima kasih lawatan balasannya …

    Balas

  5. Hehehe, punglinya masih ada ya dibeberapa loket tertentu. Tapi udah berkurang kan ya dari tahun-tahun sebelumnya?

    Balas

  6. betul jeng is …, pelayanan sudah cukup bagus … kalo ada kotak saran untuk perbaikan lebih asyik barangkali. terima kasih telah berkunjung …

    Balas

  7. Mudah-mudahan pelayanan yang baik ini menular kedaerah lain mas, agar kita sama-sama menikmati kemudahannya.

    Balas

  8. semoga … memang untuk berubah di butuhkan ‘energi’ dan kemauan dari semua pemangku kepentingan, termasuk masyarakat yang mendambakan perubahan ke arah yang lebih baik ikut serta dengan aktif memberi masukan. asal jangan di ‘di ciduk’ dengan dakwa telah melakukan tindakan teror …
    terima kasih telah berkunjung!

    Balas

  9. Posted by Kang Aceng on 17/06/2010 at 11:05 am

    Hari Kamis lalu, aku mengantar kawan ke kantor Samsat Kota Bogor, yang terletak di jalan Ir. H. Juanda (dekat dengan Kantor Pengadilan).

    Tepatnya dekat Kejaksaan, bukan pengadilan

    Kemarin saya ngurus mutasi motor ke luar provinsi, proses cabut berkasnya gak nyampe 30menit, langsung dapat surat jalan, tanpa calo, 300rb. Memang prosesnya 3 mingguan.

    Balas

  10. Posted by sigid on 17/12/2010 at 11:09 am

    mau nanya, kalau perpanjangan SIM dari Depok ke Bogor ( saya pindah rumah ), itu dianggap perpanjangan apa sama dengan ngurus baru ya..?
    tks

    Balas

  11. Posted by Akangckp on 09/03/2011 at 3:05 am

    sharing neeh

    Hmm.. ternyata sama Mr M^ (ciri berkumis) juga yang bener2 menipu aku tadi siang, saya bingung masuk ke loket mana dan kemudian ditanya sama mr. M tsb. kemudian dia hitung2 biaya pajak yg harus saya keluarkan. dari total keterlambatan pajak selama 6 tahun dia menyodorkan kalkulator dengan angka 5.589… alias sekitar 5,7juta. saya tanya berapa pajak yg harus dikeluarkan, dia malah tidak mengatakan apapun dan cenderung angkuh. padahal saya mo ngrs sendiri, kemudian dia bilang tanpa cap (berhubung a.n. PT) pasti ditolak. apa boleh buat akhirnya nego2 dapat lah 5,5jt. setelah menunggu +/-2jam, akhirnya si Mr. M bin berkumis tebal sumringah dan menghampiri saya menyerahkan berkas2 yang sudah beres. saya lihat total pajak yang dibayarkan sekitar 3,6juta …
    kemana uang sisanya 1,9juta???? jengkel aku!
    samapai kapanpun tak akan lupa dengan the corruptman itu…Hanya bisa ngelus dada……

    Balas

  12. mau tanya saya membeli motor pajak bogor kota mau balik nama alamat bekasi, kira2 berapa biayanya ? ada yang bisa bantu?

    Balas

  13. Posted by aam on 20/05/2011 at 3:38 pm

    Mengapa untuk pengurusan stnk baru daerah bogor
    paling lama yang lain cuma 1 mnggu utk jakarta,
    karawang 2 minggu sedangkan bogor bisa 1 bulan lebih
    apanya yang lain?????

    Balas

  14. Posted by ANDIKA on 03/12/2011 at 9:10 pm

    kalau ada anggota KPK yang ngurus mutasi, bayar pajak, cek fisik dan lain2, gimana ya.. aku gak bisa ngebayangin…………

    Balas

    • Hhhhmmmm…Pasti banya yang keciduk. Pasti dapat kita bayangkan. Karena seluruh kantor SAMSAT di negeri ini selalu ada oknum yang nakal.
      Semoga saja, setelah kasus-kasus kakap diungkap, kasus lain segera menyusul. Mari jangan berhenti berharap. Juga melibatkan warga untuk berperan. Melalui media jurnalisme warga.
      Salam.

      Balas

  15. Posted by d'demas on 13/01/2012 at 8:42 am

    maf neyh mo ikutan tanya,,,,, saya kan pindah rumah, masih di kota bogor, man beda kelurahan n’ kecamatan ja… motor saya pake alamat lama,,,, sekarang saya udah ganti ktp…. itu perlu mutasi ga ? sapa aja yang tau tolong kasih infonya yawh……..makasih sebelumnya……..

    Balas

  16. Posted by adit on 18/01/2012 at 11:12 pm

    ini hendra,pengen kenal ama petugas fotocopy nya dong,nama ny ibu ina,dia sopan bgt ama orang yg mau fotocopy,tolong ya mas

    Balas

  17. Posted by hendra on 21/01/2012 at 7:09 pm

    ini kantor samsat bogor bukan ya pak?

    Balas

  18. Posted by andy on 27/06/2012 at 10:24 am

    ganti motto.. kalau bisa dipersulit knapa musti dipermudah hahaha

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: