SI MISKIN TAK BOLEH SAKIT, SI KAYA TAK PUN MAU

“Gunakan masa muda mu sebelum datang masa tuamu
Gunakan waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu
Gunakan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu
Gunakan waktu kaya mu sebelum datang waktu miskin mu
Gunakan masa hidupmu sebelum datang matimu”

Sakit. Sakit apapun. Siapa yang mau? Miskin-kaya, tua-muda, pria-wanita, tak ada yang mau. Dia  datang tak diundang, pulang pun harus ‘di usir’. Rasa sakit yang ringan sampai yang berat. Repot kalau harus di rawat. Pasti!

Bagi orang yang hidup pas-pasan sih ndak masalah, pas sakit ada biaya untuk sewa ruang rawat inap, jasa dokter dan menebus obat. Pas ingin beli ini dan itu, pas ada uang. Bagi orang yang kelebihan kesulitan pasti membingungkan. Biaya dari mana untuk membayar semua biaya. Minimal untuk beli obat jika cukup istirahat di rumah. Lha kalau harus rawat inap di rumah sakit sehat  membayar uang muka/ deposit sesuai ruang rawatnya. Biasa, bila berbekal kartu GAKIN atau ASKES manajemen rumah sakit  terkadang akan bilang ruangan penuh. Sebuah alasan klasik yang sering di dengar seperti lagu yang di putar berulang-ulang di stasiun radio. Pun orang yang sudah sekarat, tak langsung di ambil tindakan penyelamatan namun harus di repotkan urusan bersifat administratif. Wah, bisa keburu tak tertolong nyawanya!

Orientasi rumah sakit  sebagai sebuah lembaga setengah sosial berubah menjadi sebuah lembaga bisnis, orientasi profit. Atas nama biaya operasional biaya jadi mahal. Sama saja RS Swasta- RSU Pemerintah. Memang tak semua RS Swasta dan RS Perintah berlaku seperti itu.

*****

Namun bagi yang pas-pasan, tinggal pilih mau di paviliun apa. Di layani bak nasabah bank kelas premium.

Mungkinkah akibat gaya hidup kelas ‘pas-pasan’ hingga membuat ia sakit. Penyakit menambah, hidup jadi susah!

Sama-sama, si ‘kelebihan kesulitan’ tak mau sakit karena ndak ada biaya, si ‘pas-pasan’ tak mau sakit karena tak bisa menikmati kekayaan. Bayangkan bila kita ‘pas-pasan’, sakit. Makan di takar, ini-itu tak boleh.

Sehat jasmani dan rohani lebih mahal daripada emas-permata. Menurut anda?

….. Opini pribadi …..

One response to this post.

  1. Kita semoga bijak pada diri
    Dengan memerika porsi istirahat dan makanan yang cukup.

    Karena kalo sudah sakit, ceritanya menjadi lain😀

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: