SMS NYASAR?

Suatu sore jelang pulang kerja sebuah sms masuk dalam inbox ponsel sahabatku dari nomor yang  belum di kenal. Isinya kurang lebih:

“Bang, saya sudah telat tiga bulan!”.

Tentu saja sang sahabat bingung bukan kepalang. Namun karena sang sahabat sedang bekerja di kantor dan pekerjaan harus selesai sore itu juga, akhirnya hingga lupa oleh sms yang masuk.
Tak seperti biasa, dia pulang kerumah terlambat. Bahkan sang istri menunggu dengan cemas.
Sahabat tadi tak dapat memberikan kabar keterlambatan karena sang istri tak memiliki ponsel.  Seperti biasa, sang istri membukakan pintu dan menjawab dengan senyum manis. Istrinya tipe  yang penyabar, namun sedikit memiliki rasa ingin tahu. Sejenak sang sahabat istirahat minum  teh kesukaannya sambil menonton televisi,  sebelum membersihkan badan dari peluh dan debu yang menempel di badan. Maklum, walau perjalanan dari rumah ke kantor tak jauh,tetap saja peluh  dan debu tak bosan  hinggap karena naik angkutan umum yang selalu penuh.
Merasakan peluhnya telah kering, sang sahabat bergegas mandi dengan air hangat. Sepuluh menit kemudian sang sahabat telah keluar dan berganti dengan baju. Diam-diam istri sang sahabat sengaja melihat isi ponselnya.  Termasuk sms yang masuk ke inbox. Dengan sedikit bernada tinggi, istri sang sahabat bertanya:
“bang, ini sms siapa?”.
Sang sahabat tentu kelabakan menjawab pertanyaan sang istri. Namun dengan sabar, dia jawab:
“sayang, abang juga tidak tahu, siapa pengirim sms itu”.
“Bohong, pantas saja abang pulang terlambat, pasti abang selingkuh!” kata istrinya dengan  nada yang lebih tinggi.

“Bang, jujurlah … siapa pengirim sms itu?”
“Sayang, abang jujur, abang tidak tahu, kamu tahu kan siapa suamimu?”.  Sejak kita kenal, berpacaran dua tahun, kamu tentu paham betul siapa suamimu.
“Ok, aku percaya, tapi untuk yang satu ini, buktikan bahwa abang tak main-main” kata istrinya lagi.
“Baiklah, mari kita buktikan! Bahwa abang tak seperti yang kamu duga” kata sang sahabat.
Akhirnya nomor yang mengirim sms di telpon dengan loudespeaker agar keduanya dapat mendengarkan pembicaraan dengan jelas.
Beruntung, nomor yang dihubungi menjawab.

“Halo, apa kabar dul? Suara seorang pria menjawab panggilan.

“Hai, ini siapa? Apa maksud anda mengirim sms  ke ponsel saya tadi sore?” Kata sang  sahabat dengan nada agak tinggi.

“Masa sih lupa? Aku Agus, teman  kuliah dulu, kita kan pernah
saling memberi nomor ponsel?” Kata sang penjawab telepon. “Sebenarnya aku hanya ingin bercanda, kalau boleh diteruskan, candaku begini:
“Aku sudah tiga bulan telat membayar tagihan PAM, LISTRIK, KARTU KREDIT”. Tolong dong bantu aku! Dengan nada bercanda lagi.
Agus! Agus yang suka bercanda di kampus itu? Yang pernah bikin Ibu Roos dosen cantik merah  padam raut mukanya gara-gara candamu dulu?

“Hahaha … Iya Dul, maaf ya. Kalau candaku tadi berlebihan”. “Sampaikan juga maaf dan salamku untuk istrimu”. Kabari aku ya kalau ada lowongan!

*****
Rupanya sang sahabat lupa menyimpan nomor kontak kawannya.
Sang sahabat geleng-geleng kepala, pun istrinya.
Setelah sang sahabat dan istrinya mendengar langsung pembicaraan dari pengirim sms jadi lega. Ternyata hanya seorang teman yang iseng. Untung, tak membuat keisengan menjadi petaka  bagi keluarganya.
“Sayang, abang pesan, janganlah sekali-kali membuka ponsel abang ya?” Percayalah! Abang tak  akan melakukan hal-hal yang akan melukai rumah tangga ini.
“Iya bang, Maaf ya! Kalau tadi adik sampai sewot, adik percaya kalau abang sayang”

*****

Hampir saja keluarga sang sahabat hancur gara-gara orang iseng, walau isengnya datang dari teman kuliah dulu. Tetap saja, keisengan itu bisa menjadi petaka. Beruntung  sang sahabat dan istriya masih meiliki kejernihan untuk mencari siapa sebenarnya orang iseng itu. Kalau  tidak?

Bisa di bayangkan apa yang terjadi!

2 responses to this post.

  1. Ceritanya menarik pak, bukan pengalaman pribadi kan?. Ini kunjungan balik. Thanks kunjungannya

    Balas

  2. terima kasih telah kunjung balik, hehehe … kebeneran itu menimpa seorang sahabat saya.
    salam dari bogor untuk sedulur di jepara bumi kartini …

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: