JANGAN MENYERAH (PART 2)

…… Malam minggu Yono bersemangat menyiapkan beberapa lembar berkas ‘seadanya’ yang ia miliki.
Sebuah surat lamaran kerja yang di tulis tangan, selembar foto copy ijazah SMP, sepotong foto copy KTP dari kampung, satu helai pas foto hitam putih. Ia berpikir keras … “Apa yang kurang ya?” sambil menengok kanan-kiri, berharap ada ‘wangsit’. Maklumlah, Yono baru pertama kali membuat surat lamaran kerja. Lama tak menemukan kelengkapan lainnya, Yono bergegas kerumah bang Oji.
Jalannya sedikit cepat. Agak sedikit canggung, ia datang ke rumah Bang Oji yang tak jauh dari rumah kerabatnya. “Permisi, ada Bang Oji, bu?”. Perempuan berumur menemuinya. Dari wajah tersirat sosok ibu yang penyabar. “Ada apa ya nak?” tanya perempuan itu. “Ini bu, saya mau ketemu bang Oji, mau nanya kelengkapan surat lamaran kerja!” Kata Yono. “Sebentar ya!” katanya ramah. Tak lama bang Oji keluar, masih memakai kain sarung, koko putih. “Ada apa Yon?” Tanya Bang Oji. “Ini bang, saya lagi mbikin surat lamaran, isinya foto copy ijazah smp, foto copy ktp dan pas foto”. Kata Yono. “Apalagi yang kurang bang?” Tanya Yono dengan penuh rasa ingin tahu. “Surat keterangan tinggal sementar/ domisi, minta tolong ke rumah pak RT, agar di buatkan” kata bang Oji. “Cukup bang?” Kata Yono. “Cukup” bang Oji menjawab.

******

Yono ingin hari Senin segera tiba. Malam minggu makin larut. Paman dan bibinya telah istirahat, pasti kelelahan kerja seharian. Angin semilir masuk menyelinap lewat celah pintu.
Rasanya seperti anak SD yang akan berangkat wisata. Semakin malam, justru semakin sulit memejamkan mata. Lamunannya melayang tinggi. Nanti bila aku telah mendapatkan pekerjaan aku akan menabung, setelah cukup aku harus sekolah. Ya! Harus …! Hingga ia terlelap dalam di selimuti mimpi.

******

Kebiasaan bangun pagi telah ia jalani sejak usia 7 tahun. Tak peduli, tidur larut. Waktunya bangun jam 5, bangunlah ia. Sholat subuh tak pernah ia lewatkan. Pagi itu Yono terasa segar. Dengan ringan tangan ia bantu paman dan bibinya membersihkan rumah, mencuci piring dan
membersihkan lantai. Bibinya membuat sarapan. Sepeda kumbang yang biasa digunakan untuk mengojek sang paman tak lupa ia bersihkan. Jok belakang tempat penumpang juga masih empuk. Ban, rem tangan semua baik-baik saja. Krinthing … bel juga tak lupa ia periksa, penanda
bahwa rangkaian pemeriksaan akhir telah selesai. Paman dan bibinya tersenyum dan senang melihat semangat Yono. Jam 7 pagi, sepasang suami istri berangkat bersama. Bak video klip pre wedding sang paman membonceng sang bibi. Yono mengacungkan dua jempol tangannya sambil tersenyum senang.

*****
Hari sudah sore, sebentar lagi gelap, tak seperti biasa Paman dan bibinya belum pulang. Ia luar rumah menuju mulut gang, menunggu paman dan bibi. Di ujung gang tak banyak orang seperti biasa. Namun, matanya tertuju pada sosok laki-laki tua berpakaian lusuh duduk diatas
ban bekas. Pakainnya compang-camping. Warnanya hitam, penuh dengan tambalan. Ahhh kakek-kakek tua! Ia teringat kakeknya di kampung. Ia dekati kakek papa itu. “Kek, sudah makan?” Tanya Yono pelan. “Belum cu … Kakek tak dapat cukup uang hari ini” Jawab kakek
itu. Yono masih punya sedikit uang untuk berangkat melamar kerja hari Senin esok. Bathinnya berontak. Jiwa bergejolak. Di intipnya isi kantong baju yang ia kenakan. Masih ada dua lembar sepuluhan ribu. “Kek … saya ada sedikit rezeki, ambilah buat makan barang sekali” … “anggaplah saya cucu kakek sendiri” kata Yono.  “Terima kasih cu, semoga kerelaanmu mendapat rahmat, rizki dan kemudahan dari setiap persoalan yang cucu hadapi” Kata sang kakek sambil berkaca-kaca. Yono tertegun! Di papahnya kakek bangun dari tempat duduknya. Kakek berjalan perlahan, diujung belokan masih sempat menengoknya, walau dengan pandangan kabur … samar terlihat Yono masih melepas kepergiannya. Hari ini Yono bangga, hari ini telah ia lewati dengan penuh sukacita …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: