Pak Nasib

Pagi menjelang siang, matahari masih malu-malu menampakan wajah. Musim hujan mungkin membuat sang surya mengalah pada mendung. Jalanan tak seperti biasa, sangat lengang.

Aku naik mikrolet warna abu-abu. Sengaja aku memilih duduk di depan, samping pak sopir. Tak berapa lama mobil berplat kuning melaju arah Ciputat. Enak juga naik kendaraan umum. Pikirku.  Mata bisa bebas lepas memandang . Berbeda saat naik ‘kuda’ jepang, pandangan tak boleh terlena.Terlena sedikit saja bisa berakibat fatal. Ahhh … Mungkin aku sedang menghibur diriku semndiri.

Saat mata liar memandang arah  depan sampai arah kanan, mata terkunci pada sosok lelaki yang mengemudikan Mikrolet B 1110 WTX dengan lembut. Tersirat dari raut wajah lelaki ini pastilah orang sabar.

“Sudah lama Pak membawa angkot?” Aku buka pembicaraan. “Sudah. Sejak tahun 1960” Jawab lelaki itu ramah. “Jaman jalan masih sepi, jauh berbeda dengan sekarang, jalan sudah ramai bahkan sampai macet” Sambungnya. “Umur Bapak sekarang berapa? Tanyaku. “Tujuh puluh tahun” Jawabnya. Seolah darah berhenti mengalir dalam nadiku. Aku terhenyak. Aku sungguh dalam keharuan. Bagaimana tidak, usia senja yang sudah semestinya menikmati sisa hidup masih berjibaku dengan kerasnya hidup dijalanan. “Bapak punya anak berapa?”. “Empat, dua sudah menikah, satu masih sekolah kelas satu SMA, satunya masih kelas satu SMP” Jawabnya lugas. “Tiap hari membawa angkot ini?”. “Tidak, kadang kalau ini sudah ada yang bawa, saya ganti kendaraan trayek Kebayoran-Tanah Abang” Jawabnya pelan.

Usia yang sudah senja masih ‘kuat’ menahan ‘kerasnya’ jalan demi menghidupi keluarga. Pak Nasib, namanya. Pernah tinggal di daerah Jampang, dekat perumahan mewah Telaga Kahuripan Parung. Namun, rumah itu sekarang dikontrakan. Pak Nasib dan keluarga memilih tinggal di Reni Jaya. Pertimbangannya agar tak terlalu jauh dari Ciputat, tempat garasi mobil berplat kuning.

Semoga saja ujian demi ujian membuat Pak Nasib dan keluarga naik derajatnya secara ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: