Tiket dan Macet saat Mudik

Puasa sudah. Mudik? Wahhh, ini yang asyik. Ada yang membuat aku terusik. Pertama sulitnya mendapatkan tiket. Kedua macet mudik dan arus balik. Pertama dan kedua membuat otak berpikir keras. Baik, coba kita bedah yang pertama. Tiket pulang-pergi pada musim lebaran menjadi barang berharga. Bagaimana tidak, operator bus, maskapai, kapal laut dan kereta api paham betul. Inilah saat panen tiba.Suka atau tidak suka. Hukum ekonomi berlaku. Jumlah pemudik jauh lebih besar daripada jumlah tempat duduk yang tersedia. Tentu saja, pemudik yang menggunakan jasa transportasi ini merogoh kantong lebih dalam. Untuk tiket bis saja ada yang naik sampai 100% dari harga normal. Pada jenis transportasi lainnya juga mengalami kenaikan yang sangat dahsyat. Tiket bus eksekutif jurusan Jakarta-Malang yang pada hari biasa seharga 350 ribu, lebaran 1432 H melonjakmenjadi 460 ribu. Boleh jadi, bagi kalangan yang menggunakan jasa ini, untuk biaya mudik tak jadi soal. Namun, bagi kalangan yang yang pas-pasan mereka punya pilihan. Moda transportasi berbiaya murah. Kereta api. Tiket kereta ekonomi jurusan Jawa Tengah harganya pada kisaran 40 ribu dan Jawa Timur 50 ribu. Jadi, kalau ngomongin tiket, kalangan atas yang cerdik jauh-jauh hari sudah pesan walaupun harganya mahal, kalau pun terpaksa harus membeli mendadak harus rela antri. Bahkan ada yang rela tidur di stasiun dengan harapan mendapat lembaran tiket. Atau, kalau masih ngotot beli lewat calo. Nah, kalo untuk kalangan bawah, harga murah dan harus siap mental lebih. Bagaimana tidak. Lha wong di atas kereta saja padet-det, alias penuh sesak.

Kedua, jalan yang dilalui pemudik pada H-3 atau H-2 macet. Jalan tak mampu mengimbangi jumlah kendaraan yang lewat. Lagi-lagi, mau tidak mau, suka tidak suka, pemudik harus rela macet berjamaah berjam-jam. Beberapa orang kerabat, untuk mudik ke Jawa Tengah, pada hari biasa waktu tempuhnya antara 8-10 jam. Mudik lebaran kali ini harus ditempuh 30 jam!Sangat melelahkan.Pasti! Tapi itulah dukanya mudik. Suka yang harus dibayar mahal. Suka saat bertemu orang tua, sanak-saudara, teman sebaya.

Inilah tantangan pemerintah. Tantangan untuk menyediakan transportasi yang mudah, aman, nyaman dan tepat waktu. Bila pemerintah bisa menyediakan, pasti banyak energi yang bisa dihemat. Tentu tidak hanya energi, namun juga waktu untuk berinteraksi dengan keluarga dan waktu untuk hal yang lebih bermanfaat, daripada hanya menunggu macet di jalan. Akankah pemerintah mampu menerima tantangan itu? Mari kita tunggu bersama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: